Selasa, 24 Maret 2015

Baru Tiga, Masa Kalah Sama Kesebelasan Gen Halilintar

Baru Tiga, Masa Kalah Sama Kesebelasan Gen Halilintar - RA. Beberapa waktu yang lalu saya nonton bersama anak dan suami, eh.. di tivi ada cerita tentang seorang tuna netra yang punya anak empat, secara tiba-tiba suami nyeletuk,"tanpa bisa melihat saja, mereka bisa membesarkan empat anak, kita baru tiga, sudah merasa repot luar biasa..", dengan terpaksa saya melirik dan tersenyum... hehehe... benar juga, bagaimana dengan para orang tua kita yang pada generasi mereka punya anak delapan, sembilan, paling sedikit lima, mereka pun bukan hanya dirumah saja, tapi ikut membantu suami bekerja di ladang, sawah dan ada pula yang berdagang...

Anak-Anak Berdoa


lain hal, ketika beberapa waktu lalu melihat tayangan tentang "kesebelasan gen halilintar", dan saya pun melirik lagi kepada suami tanpa berkata sedikit pun, hanya tersenyum, menertawai betapa kami/saya sering mengeluh tentang repotnya mengurus anak...

yah... baru tiga, atau cukup tiga saja.. terserah Allah saja...

Just 1 KID but if the kid is YOUR KID, what are you going to say???

wah nemu ini nih di FB nya Henny Hendro,

Vaksin diakui oleh CDC memiliki efek samping kejang dsb. Dlm link resmi CDC dikatakan.. Aah saya bilang dikatakan apa juga, para pom pom boy and girl vaksin yg tak berhati nurani itu akan bilang "hoax". Pdhl itu website resmi CDC loh..

Tersihir oleh teori palsu herd immunity dan kemalasan utk belajar mandiri, menggali lebih jauh kenapa vaksin ditolak banyak orgtua dan tenaga medis saat ini.

Ya ya ya ini hanya 1 kasus aja kok dr sekian suntikan.. Hey heartless.. Just 1 KID but if the kid is YOUR KID, what are you going to say???

Please deh mamma.. Think twice deh.. Btw dari awal mengetahui kasus ini , saya sudah terbersit pasti ini KIPI deh.. But dinegeri ini korban KIPI tidak mendapatkan haknya..

***
Pada usia lima bulan, Icha diimunisasi kombo yang menyebabkannya demam keesokan hari. Tubuh mungilnya ternyata tidak kuat menahan demam, yang menurut Tini, hanya sekitar 38 derajat Celsius. Tubuhnya pun kejang. Ketika dibawa ke klinik, Icha didiagnosa kejang demam. Beberapa anak, seperti kata dokter yang memeriksanya kala itu, akan bereaksi kejang meski suhu demamnya tergolong rendah.

Hingga berumur satu tahun, Icha beberapa kali mengalami kejang. Dokter masih menyebutnya kejang demam dan belum berani mengambil tindakan lebih jauh dengan EEG maupun CT scan. Lewat usia satu tahun, Icha pun menjalani tes tersebut.

“Hasilnya, ada perlambatan di otak sebelah kanan dan perkembangannya sebelah kiri akan lambat. Sejak itu, Icha bolak-balik belasan kali ke rumah sakit karena kejangnya berulang,” kata Zarkasih Setiyadi, ayahanda Icha.


ada harapan ketika saya share tulisan ini, agar para ibu di seluruh dunia bersemangat menjaga daya tahan tubuh anak SECARA ALAMI dengan makanan dan menjaga kebersihan lingkungannya, agar tak perlu MEMAKSAKAN DIRI memvaksin anak yang belum terbukti halal dan kemamfaatannya...

last but not least,  serahkan semua pada Allah...seperti kata teman saya, "yang menciptakan tubuh kita adalah Allah, mengapa kita menjaganya dengan sesuatu yang diharamkan Allah..."

Senin, 23 Maret 2015

Jika suamimu tidak bisa berkata-kata manis... mungkin ia terbiasa berlaku romantis...

saya sering dengar curhatan teman-teman tentang suaminya yang tak romantis, tentang cerita panggilan sayang yang berubah jadi makian setelah beberapa lama menikah...

ah... rasanya tidak adil jika semua lelaki harus pandai merayu dan berpuisi, apalagi menuntut suami setiap saat berlaku romantis.. karena memang pada kenyataannya, tidak semua lelaki pandai dalam hal kata-kata... apalagi setelah menikah dan punya anak, orientasi seorang laki-laki mungkin akan berubah, karena tanggung jawab terhadap istri dan anak, secara tidak langsung "menuntut" mereka untuk All Out dalam bekerja, , sehingga, mereka pulang ke rumah dengan sisa tenaga...

"dulu waktu menikah sering bilang sayang, tapi sekarang... suami pulang dalam keadaan letih dan cuma bisa marah-marah...saya kan ga cuma butuh uang, tapi perhatian dan kata-kata romantis dari suami...", begitulah kira-kira curhatan para istri... sah-sah saja jika seorang istri meminta hal itu, tapi....
Jika suamimu tidak bisa berkata-kata manis...
mungkin ia terbiasa berlaku romantis...
Jika suamimu tidak bisa menulis kata-kata cinta...
mungkin ia lebih suka membuatmu bahagia dengan tanggung jawabnya ...




Jumat, 20 Maret 2015

Kayaknya Ga Dech...!!!

Kayaknya Ga Dech! - RA. Sering melihat status orang di sos med, kadang saya merasa sedih.. (jiahh...ketularan ^_^') ada macam-macam faktor yang bisa dilihat, ada yang curhat abis-abisan... ada yang suka pamer-pamer kekayaan, ada yang sibuk selfie-selfie ga jelas, termasuk ikut-ikutan komen soal politik dan isu yang beredar di masyarakat... atau cuma iseng nulis meme lucu yang lagi tren..

Jadi inget, saya selalu diingatkan suami soal ini, jangan bikin status yang pada akhirnya akan disesali kemudian, bahkan foto-foto jaman dulu pun sudah resmi dihapus.. alasan utama tentu saja karna ngikutin perintah suami, tapi ternyata, ada efek-efek positif yang terasa setelah tak lagi "meng-eksis-kan diri di media sosial..

Yang jelas, dengan maraknya cyber-crime saat ini, resiko saya jadi korban sudah berkurang, setidak-tidaknya, wajah saya tidak muncul di tempat-tempat yang tidak semestinya, lain hal, apapun yang ada di benak saya, tidak serta merta muncul di wall semua orang...  klo hanya untuk share info dan mengajak orang pada sesuatu yang lebih baik, saya sih masih ikut, tapi lebih dari itu, kayaknya ga dech...!!!


Kayaknya Gak Dech...!!!

Rabu, 18 Maret 2015

love into the sky

Ada cerita lucu tentang putri pertama saya...
kemaren, saat pulang kerumah , saya selalu di buntuti nilam, tidak seperti biasanya, dia selalu bermain dengan adik-adiknya sambil menunggu saya selesai memasak dan menyiapkan makan malam untuk mereka.. tapi kali ini, kemanapun saya melangkah, selalu diikuti nilam, dia pun kadang-kadang memegang kaki saya.. sampai akhirnya saya bertanya, "kok nilam pegang-pegang kaki bundo?", dia pun tersenyum dan menjawab, "nilam cinta sampai ka ateh langik samo bundo (nilam cinta sama bundo sampai ke atas langit)"

dan saya pun hampir menangis.... (lucunya dimana.. T_T)

sepotong diari...



sepotong diari... 
rasanya seperti kembali gadis,hehe…mungkin inilah perasaan orang yang dulu sering mencurahkan hatinya lewat tulisan, kemudian vakum beberapa lama, dan sekarang mencoba untuk mengeluarkan kembali sisi tersembunyi dibalik pikiranya…yeaah… aku kembali!!!!
mmmm… let’s see, aku punya apa yach, bagaimana kalo cerita tentang seorang bidadari yang datang pada waktu subuh, 25 April 2011… dia benar-benar mengubah seluruh hidupku sampai saat ini…

24 April 2011
Aku bangun dengan sedikit kram di bagian bawah perut, mm.. fikirku, itu biasa bagi wanita yang tengah menunggu hari buat kelahiran buah hatinya… tapi aku kaget campur bahagia saat tanda-tanda kelahiran itu muncul… aku bahagia, tapi kebahagiaan yang tak berlangsung lama karena 24 jam setelah itu aku harus berjuang melawan rasa sakit menanti pembukaan demi pembukaan…

25 April 2012
Allahuakbar… Allahuakbar…  azan subuh berkumandang seiring erangan dan rintihaanku kala itu, seketika itu juga hadir bidadari kecil ditengah keluarga kecil kami yang bahagia…aku masih menangis bila mengingat momen2 itu…aku masih sangat ingat wajah kecilnya yang masih merah, menangis mengiringi azan subuh yang tengah berkumandang…ah, suamiku, tak sia-sia pengorbananmu malam itu menemani sakitku…

25 Januari 2012
Bidadari kecil itu kami beri nama NILAM…nama yang kuharapkan sewangi akhlaknya kelak, dan semulia jiwanya…hari ini dia demam tiba2…aku sangat cemas, dan aku pun yakin, seprti inilah kecemasan yang dirasakan semua ibu didunia…apapun menjadi tak berarti selain kesembuhan anaknya…tapi disisi lain, aku senang, akhirnya tampak segaris putih keras dibalik gusi nilamku sayang…ternyata gigi kecilnya sudah mulai tumbuh..alhamdulillah…anak bundo sudah besar…

13 Februari 2012
Ah.. nilam ku sayang, rasanya baru kemarin kau menghirup dunia…tapi sekarang sudah banyak yang kau simpan dalam otakmu…nilam ku sudah bisa membedakan bundo, ayah, uwo, uwa, atuk nenek, uncu dan mak en…sudah bisa minta makan dan menunjuk lukisan kuda dengan telunjuk mungilnya…walau bundo sering mengeluh karena aktifnya dirimu, tapi jauh dalam hati bundo, bundo bahagia melihat perkembanganmu sayang….


 udah ah.. diarinya cukup sepotong aja....

Sama sakitnya...sama bahagianya...

Seperti biasa, sebelum ke kantor, saya selalu mengantar putri2 kecil saya ke tempat ibu.. begitupun pagi ini, tapi ada yang berbeda dari biasanya... di tengah kesibukan para pelajar dan para pekerja mengejar jam masuk sekolah/ kantor, saya melihat ada seorang ibu hamil yang tampak kelelahan berjalan, mungkin dia berjalan sudah cukup jauh sehingga napasnya tampak tersengal-sengal... saya jadi ingat beberapa waktu yang lalu, sudah tiga kali saya mengalami hal yang serupa...

tapi beberapa tahun yang lalu, hampir di setiap pagi, saya temui calon ibu yang melakukan jalan pagi, alasannya tentu saja untuk persiapan kelahiran si buah hati secara normal... namun, seriring perkembangan zaman, pemandangan tersebut mulai jarang ditemui, apalagi dengan banyaknya fasilitas melahirkan dengan cara instan atau operasi...

apapun cara yang dipilih, buat saya melahirkan adalah proses luar biasa buat seorang ibu, sama sakitnya dan sama membahagiakannya...

sekedar referensi, berikut perbandingan dua cara ini, disadur dari bidanku.com

 cekidot pemirsah....

Pilih mana, Melahirkan Normal atau Operasi Caesar?

Salah satu kodrat perempuan adalah melahirkan. Dan Tuhan telah menciptakan tubuh seorang perempuan begitu sempurnanya sehingga tubuh wanita mampu mendukung dan menyesuaikan untuk menjalankan kodratnya tersebut yaitu melahirkan. Melahirkan  memang adalah tugas mulia namun juga cukup berat. Banyak pengorbanan yang diperlukan oleh perempuan dalam proses melahirkan tersebut. Banyak perempuan merasakan ketakutan ketika akan menghadapi proses persalinan. Mulai dari rasa takut akan sakitnya, takut terjadi sesuatu yang tidak diharapkan dalam proses persalinan dan perasaan takut lainnya yang menggelayuti benak para ibu hamil.

Seiring dengan perkembangan jaman kini mulai muncul teknik atau proses persalinan yang menawarkan kenyamanan atau mengurangi rasa sakit saat proses persalinan, seperti hypnobirthing, waterbirth, orgasmic birth dan yang terkahir adalah melalui operasi. Jenis melahirkan melalui operasi bahkan kini jumlahnya meningkat tajam. Apakah dengan meningkatnya jumlah melahirkan dengan operasi menandakan bahwa kondisi sekarang banyak ibu hamil yang tidak memenuhi persyaratan untuk melahirkan normal? atau ada hal lain yang menyebabkan ibu hamil banyak "request" atau "disarankan" untuk melahirkan melalui operasi meskipun tidak disarankan?

Sekilas mengenai melahirkan melalui operasi. Melahirkan melalui operasi atau dikenal dengan istilah operasi caesar, cesarean section, atau C-section. Dulu operasi caesar hanya digunakan untuk menyelamatkan bayi ketika ibu hamil sudah meninggal dunia  saja. sebetulnya nama Caesar sampai sekarang tidak jelas awal namanya berasal dari mana. Awalnya merujuk pada zaman Romawi pada kelahiran Julius Caesar yang melalui operasi, namun hal ini diragukan karena sang ibu Aurelia masih mendengar kabar anaknya menginvasi Inggris. Berarti ibunya masih hidup saat melahirkan Julius Caear. Ada juga yang mengaitkan berasal dari bahasa latin "caedare" yang artinya memotong ada juga yang mengaitkan dengan "Caesones" yaitu istilah bagi bayi yang dilahirkan melalui operasi postmortem (operasi sesudah kematian ibu). (dikutip dari nlm.nih.gov - Cesarean Section - A brief History).

Seiring dengan perkembangan jaman dan kemajuan teknologi di dunia kedokteran kini operasi caesar tidak hanya dilakukan pada ibu yang sudah meninggal saja tapi bisa dilakukan pada ibu yang masih hidup. Sehingga dengan demikian, kemajuan dunia kedokteran tersebut membawa hal positif terutama bagi jenis-jenis persalinan bermasalah, sehingga dapat menyelamatkan baik bayi maupun ibu. Persalinan-persalinan bermasalah tersebut seperti ibu mengalami kondisi panggul sempit, bayi besar, letak bayi sungsang, kondisi gawat janin, ibu memiliki kesehatan serius seperti herpes genital, hipertensi, placenta previa, terjadi banyaknya perdarahan, indikasi adanya tumor di rahim dll. Jadi, operasi caesar hanya dilakukan kepada kondisi persalinan-persalinan bermasalah. Namun seiring perkembangan jaman juga, kini operasi cesar banyak menawarkan hal-hal yang "menggiurkan" bagi ibu hamil mulai bisa memilih tanggal kelahiran bayi sesuai tanggal hoki, dianggap tidak mengalami rasa sakit, dan tidak merusak organ intim perempuan, proses tidak terlalu lama antara 45 menit - 1,5 jam, ibu tidak merasa kecapean karena tidak perlu mengejan. Sehingga dengan hal-hal tersebut banyak ibu hamil berbondong-bondong menginginkan melahirkan dengan operasi caesar.

Namun, hal-hal yang "menggiurkan" tersebut tidaklah sepenuhnya benar atau memiliki resiko tersendiri. Berikut penjelasannya:

1. Memilih tanggal melahirkan. Resiko dari memilih tanggal melahirkan adalah bisa saja bayi tersebut belum saatnya lahir alias prematur atau bayi kelebihan bulan. Ibu mungkin sudah mengetahui resiko bayi lahir prematur, dimulai dari mendapat permasalahan pernafasan, bayi cenderung memiliki masalah mental dan rentan terhadap masalah kesehatan lainnya. (Baca: Persalinan Prematur). Begitu juga dengan melahirkan pada kondisi kelebihan bulan bayi juga akan mengalami masalah pernafasan, bayi akan mengalami kekurangn oksigen, bayi beresiko cacat. (Baca: Kehamilan Kelebihan Bulan) Sedangkan pada persalinan normal, kita tidak bisa menentukan kapan baiknya kita harus melahirkan, karena memang secara alami kontraksi terjadi yang menandakan bahwa kehamilan telah cukup umur untuk melahirkan. Namun hal tersebut ada baiknya karena menghindarkan bayi terlahir dengan prematur.

2.Melahirkan Cesar tidak merusak organ intim wanita. Memang betul, karena caesar melalui perut. Tapi ingat, bekas sayatan dan jahitan akan membekas pada perut ibu yang tentunya akan mengurangi keindahan perut ibu. Apalagi di tambah dengan adanya keloid. Memang ada yang tanpa bekas, tapi biayanya? Sedangkan pada persalinan normal, memang betul organ kewanitaan mengalami "gangguan" berupa berkembang membesar saat proses persalinan hingga sampai perlu "disobek" dan dijahit juga. Namun, jangan khawatir ibu, setelah 40 hari rahim dan organ intim wanita akan kembali ke bentuk semula, sekali lagi akan kembali ke bentuk semula, apalagi jika dibantu dengan senam kegel. Sebetulnya organ intim wanita atau "miss v" itu sifatnya elastis, sebetulnya tidak hanya saat melahirkan, saat terangsang pun "miss v" bahkan bisa mengembang hingga dua kali lipat, dan akan kembali ke bentuk semula jika sudah tidak terangsang. Jadi, jangan khawatir persalinan normal hanya sementara "mengganggu" miss v, selanjutnya akan kembali normal.

3. Melahirkan cesar tidak sakit. Sebetulnya ini anggapan yang salah kaprah. Memang betul saat proses cesar ibu tidak akan mengalami rasa sakit karena anestesi (bius), namun sesudahnya efek anestesi hilang, ibu akan merasakan rasa sakit pada luka bekas sayatan. Bahkan rasa sakit ini bisa berkepanjangan hingga memerlukan perawatan yang lebih lanjut yang membuat ibu melahirkan caesar perlu rawat inap beberapa hari lagi. Bekas jahitan juga akan menimbulkan rasa sakit, bahkan sakit pada tulang belakang tempat dilakukan suntik anestesi lokal. Jadi ternyata cukup beragam sakit yang dirasakan setelah operasi caesar. Sedangkan pada persalinan normal, rasa sakit hanya terjadi saat proses persalinan, bahkan banyak ibu-ibu yang sudah tidak merasakan rasa sakit esok harinya bahkan sudah bisa berjalan-jalan. Dan sekarang banyak metode persalinan normal yang meminimliasir rasa sakit seperti hypnobirthing, waterbirth, dll

3.Persalinan dengan Caesar tidak membuat ibu cape karena tidak ada proses mengejan pada diri ibu. Memang betul adanya, ibu yang melahirkan dengan caesar tidak ada yang namanya proses mengejan, namun di bawah sadar ibu, tubuh ibu sebetulnya sangat merasa kecapean, Dimulai dari suntikan anestesi lokal ke tulang belakang ibu, adanya sayatan, adanya jahitan, mual muntah akibat efek anestesi, faktor biaya yang mebuat pikiran menjadi pening juga, pemulihan yang lebih lama yang semuanya itu tentu membuat ibu lebih cape jadinya.

Jadi, ibu mau pilih mana? melahirkan dengan caesar atau normal? pilihlah operasi caesar jika ibu hamil dan janinnya hanya memang sesuai indikasi dan faktor-faktor yang mengharuskan ibu hamil lahir dengan operasi caesar. Namun, jika ibu dalam kondisi sehat dan janin pun demikian, pilihlan persalinan normal, karena persalinan normal justru lebih banyak manfaatnya baik bagi ibu maupun bayi itu sendiri